Sajak Pohon Bakau

Bismillah,

Aduh, rasanya telat banget baru sempat menuliskan tentang buku yang satu ini. Mungkin ini akan menjadi tulisan pertama yang mengawali cerita tentang jejak karya saya yang masih ecek-ecek, yang selama ini belum sempat dituliskan. Berawal dari salah satu sahabat di FLP Karawang yang tiba-tiba menanyakannya,
“Naku, buku puisi ‘kita’ yang judulnya apa itu ya, pokoknya dalam rangka hari bumi, sudah punya?” aku yang ditanya hanya menggeleng dan nyengir. Beginilah nasibnya jadi penulis kelas teri, yang tulisannya baru berupa mozaik yang tercecer di buku-buku antalogi, dan sialnya kadang sekedar pemberitahuan pun bahwa karyanya lolos dibukukan menjadi hal yang terlupakan. Ah, yasudahlah. Kalau sudah begitu saya hanya bisa pasrah dan kembali lagi ke tujuan awal menulis.

Judul bukunya “Sajak Pohon Bakau”, terbitan tahun 2012 (aduh, ini sudah 3 tahun yang lalu gitu :D). Salah satu puisi sederhana saya berjudul Alam adalah Rizki ikutan nebeng di dalamnya, memenuhi aksara, diksi-diksi, dan goresan yang berbeda dari ke- (entahlah ada berapa puluh kontributor di buuku ini :P).
Bukunya baru bisa saya dekap erat-erat sekitar dua bulan yang lalu (astaghfirullah, saya masih hutang pulsa sama yang berbaik hati mengirimkannya XD).

Ini dia penampakan bukunya. Semoga membuat saya sadar dari ‘pingsan menulis’ akhir-akhir ini.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »