Tahu, Malu, dan Mental

Orang bijak bilang, semakin banyak membaca maka semakin menyadarkan kalau kita banyak tidak tahunya. Dari kalimat tersebut ternyata ada turunannya. Semakin tahu, maka semakin sering kita merasa malu. *** 
Tapi ternyata, rasa malu bukan hanya masalah tahu atau tidak tahu. Terkadang juga masalah mental. Banyak orang tahu kalau buang sampah sembarangan menyimpan banyak risiko. Buang sampah di kali, sungai, got, dan tempat sejenis bisa bikin banjir. Buang sampah di jalan bisa bikin celaka pengendara lain. Buang sampah di tempat umum bisa merusak keindahan dan kenyamanan.

Pengetahuan umum yang rata-rata orang tahu dengan hal tersebut, tapi kenapa masih banyak yang melakukannya? Mental! Ya, karena mentalnya sudah begitu. Mau dibilang gak punya malu? Yaudah buang sampah aja dari dalam angkot ke jalan! Kalau kebetulan sampahnya mengenai pengendara motor, tinggal bilang 'maaf, gak lihat'. Buang sampah aja di sungai depan rumah, lalu ketika banjir, pura-pura minta dikasihani biar dapat bantuan nasi bungkus dan baju bekas layak pakai. Kalau kebetulan ada yang perhatian dan menasihati langsung, "Hei bro, buang sampah pada tempatnya dong!" Kamu tinggal jawab sambil nyengir, " Sori, gak lihat ada tong sampah, Sis". Ah, andai masalah sampah bisa selesai hanya dengan rasa malu atau kata maaf. Maka, urusannya (barangkali) akan lebih sederhana...

Artikel Terkait

Previous
Next Post »