[Puisi] Matahari Kepada Angin

by - Selasa, November 17, 2015

1
kita saling mengintip di daring itu
saling mengoreksi, mengenang kembali, 
tertawa sendiri, agak menyesali, 
namun membanggai.
kita saling menatap dalam diam
tidak sanggup mengkhianati, 
tetap menjaga, menahan hasrat,
dan yakin pada pilihan kini.
kita saling membangun benteng 
dengan fondasi kepercayaan
tidak sanggup berpaling, 
tetap menanti nanar,
berasa ada namun tiada,
dan terserang amnesia dini.
mencoba mengingat lagi.

2
aku menahan segala derita pengasingan bukan berarti awal segala kekalahan. sebab kebahagiaan yang aku minta telah menanti di puncak paling purna. puncak di mana segala sendi kerinduan bercumbu dalam sau tirakat perjamuan. perjamuan singkat di gigir senja yang pucat.



You May Also Like

2 komentar

  1. Balasan
    1. Makasih teh. Tapi ini bukan puisiku. Ini puisi tulisan pangeran Matahari, untuk putri angin. Hehe #apasih XD

      Hapus