Ketika Aku Kembali

by - Senin, April 11, 2016

foto dari sini

Ba'da maghrib tepat dua bulan yang lalu, langkahku tergopoh dari pintu rumah menuju arah tenggara. Sebuah mushola dengan kubahnya yang tak simetris itu menyambutku dengan riak celoteh lugu anak-anak kampung. Hanya butuh waktu dua menit menggapai tempat itu dengan berjalan kaki. Menyusuri gang sempit dan beberapa belokkan saja dari rumah.

Sesampainya di sana, laki-laki setengah baya, bersarung dan surban di pundaknya melemparkan senyum padaku. Mempersilahkanaku masuk ke dalam ruangan dengan puluhan anak. Celoteh mereka memadati ruang tersebut. Membuat laki-laki itu meninggikan suara. Mengalihkan perhatian agar aku bisa memperkenalkan diri.

Aku tersenyum. Ada yang tengah aku kenali dalam ruangan itu. Kaca-kaca yang mendominasi dinding, jam dinding dengan motif kaligrafi, dan pemandangan di kanan-kiri ruangan tersebut yang tak banyak berubah. Ya, tak banyak berubah kurun waktu 13 tahun yang lalu. Hanya saja beberapa bagian direnov dan dimodif sehinggaterlihat lebih modern.

Aku kenal dengan suasana riuh itu. Aku kenal dengan lantainya yang dingin. Aku kenal dengan tembok dan kaca ruangan itu. Ingatan mengantarkanku pada cerita masa kecil, saat aku mulai mengeja a ba tha tsa di tempatku berdiri. Usiaku baru lima tahun saat itu, SD pun belum. Kemudian mulai meninggalkannya ketika menginjak usia baligh, 13 tahun silam.

Aku kembali, bisikku pelan. Ada embun yang membendung di ujung mataku. Anak-anak di ruangan itu antusias dan penasaran atas kedatanganku. Aku bergeming, menarik napaspanjang dan mulai memperkenalkan diri. Bukan sebagai santri baru di mushola, tapi sebagai calon pengajar.

Ya, aku kembali. Menginjak tempat pertama yang mengajarkanku baca-tulis Al-Qur'an, tempat dimana aku menghapal rukun islam, rukun iman, dan fardu wudhu.

Aku kembali dan tersadar, betapa sudah terlalu lama aku pergi dan hampir tak ingat untuk pulang. Sudah terlalu lama pergi sehingga tak banyak anak-anak kampungku sendiri yang mengenaliku. Aku pulang, setelah13 tahun pergi..

Aku kembali, mushala Murshidul Fallah..

Cikampek, 11 April 2016
Tepat dua bulan yang lalu. Untuk kenangan usia 5-13 tahunku.

You May Also Like

7 komentar

  1. Aku suka ceritamu.

    Terkadang, kita pergi memang untuk kembali...

    BalasHapus
  2. Dulu belajar sekarang mengajar....

    Bakal panjang amalnya itu, Mbak... :)

    BalasHapus
  3. jadi inget Masjid tempat aku ngaji
    Inget mushola juga, soalnya aku ngaji di tiga tempat hehehe
    masa kecil yang selalu menyenangkan.

    BalasHapus
  4. kembali menjejak tempat bersejarah dlm hidup sering memberi rasa yg mengesankan

    BalasHapus
  5. setiap jejak perjalanan akan membawa kisah dan kenangan, semangat bumil lina :)

    BalasHapus