Belajar Hidroponik

by - Sabtu, Juli 13, 2019



Keinginan untuk berhidroponik atau menanam menggunakan media air ini sebetulnya udah lama banget. Dari zaman masih gadis. Baru kesampean sekarang ketika anak udah mau dua. Alasannya karena gak sempet praktek aja. Sibuggg. Haha.. Duh, begitu lama keinginan ini kupendam XD

Saya bukan tipe wanita yang suka nanam-menanam, awalnya. Meskipun mamah di rumah suka nanam. Nanam kembang ros, kemuning, lidah buaya, kaktus. Tapi enggak nurun ke anaknya yang satu ini. Gak tau ya males aja bawaannya harus ngeruk-ngeruk tanah, padahal waktu kecil hobinya main tanah wkwkwkwk...

Semua berubah ketika (mau nulis ketika negara api menyerang, tapi kok pasaran banget ya, wkwkwkkw) saat tahu ada sistem menanam menggunakan media air. Iya Hidroponik. Apalagi pas yang dilihatnya kebanyakan yang ditanam adalah sayuran. Oh, tahukah kalian betapa tergila-gilanya saya dengan sayur?!

Singkatnya akhir bulan Juni lalu saya mulai praktek. Belajarnya cuman lewat internet, nonton youtube, kemudian searching perlengkapannya di marketplace, beli, dan langsung eksekusi.

Sayur apa yang ditanam? Kangkung! Yup, karena sayuran ini banyak direkomendasikan oleh para suhu hidroponik. Alasanya karena kangkung mudah ditanam, paling rentan hama dibanding sayuran jenis lain, dan masa tanamnya sebentar. Sekitar 25-35 hari dari masa semai udah bisa dipanen.

Benih kangkung 1 hari setelah semai (hss)

5 hss

Gimana percobaan pertamanya, berhasil?
Sejauh ini alhamdulillah lumayan berhasil. Ya setidaknya dari masa semai, sampai sekarang di 12 hari setelah semai, baby kangkung masih kelihatan seger dan mulai tumbuh jadi kangkung remaja. Semoga akan tetap begitu sampai dia siap panen.

Kangkung 12 hss

Kangkung 12 hss


Selain kangkung, saya coba semai bibit pakcoy juga, sayuran favorit semenjak pindah ke Depok Desember tahun lalu. Sejauh ini kondisinya masih bagus. Udah muncul daun 5-6 helai. Masih unyu-unyu banget pokoknya. 

Pakcoy 12 hss

Kedepannya berharap bisa mengandalkan sayur di kebun sendiri untuk makan sehari-hari. Syukur-syukur ada ilham, anugrah, dan rezeki dari Allah untuk bisa mengembangkannya jadi usaha yang menghasilkan uang. Karena membaca cerita sukses petani milenial hidroponik ini, saya pun rela jadi bakul sayur :D


You May Also Like

0 komentar